Month: October 2016

YFCC INDONESIA’S PROFILE

1-cover 2-about-yfcc 3-vision-mission 4-our-activities 5-national-board 6-coordination-area 8-childrens-climate-class 9-youth-for-climate-camp 10-yfcc-on-the-field 11-climate-research-project 12-climate-challenges 14-acer 15-socio-climate-preneur
Advertisements

YFCC Indonesia Memimpin Clean Up Jakarta Day di Kali Pasir, Cikini

whatsapp-image-2016-10-16-at-10-32-16

Sebagian Peserta Clean Up Jakarta Day 2016

Jakarta (16/10/16) Youth for Climate Change (YFCC) Indonesia mengawal aksi Clean Up Jakarta Day di Area Kali Pasir, Cikini, Jakarta Pusat.

Clean Up Jakarta Day ini dilakukan secara serentak dimulai pukul tujuh pagi pada berbagai area di Jakarta, salah satunya di Area Kali Pasir, Cikini. Kegiatan ini meliputi aksi pemungutan, pemilahan, penimbangan dan pengumpulan sampah kepada Dinas Kebersihan untuk selanjutnya diolah. Aksi ini dimulai dari depan Hotel Andalus melewati Jalan Kramat 5, 6 dan 7 hingga menyusuri Jalan Raden Saleh Raya dan berhenti di depan Gedung Vinillon.

Aksi yang dipimpin oleh Abdul, Kepala Divisi Kajian dan Riset Strategis YFCC Indonesia ini diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat baik tua maupun muda di Jakarta dan sekitarnya. Dalam aksi ini para peserta mengenakan pakaian berwarna putih, membawa tumbler berisi air minum, mengenakan topi dan disarankan melindungi kulit dengan tabir surya minimal SPF 30, serta mengenakan sepatu olahraga. Selama aksi di lapangan, para peserta difasilitasi dengan Pin Clean Up Hero, sarung tangan dan karung untuk mengumpulkan sampah.

Untuk memilah sampah, telah disediakan 2 macam karung yaitu karung bertanda centang untuk mengambil sampah-sampah anorganik yang dapat didaur ulang dan karung tanpa tanda untuk mengambil sampah-sampah organik yang tidak dapat didaur ulang. Setelah sampah terkumpul dan dipilah, truk dari Dinas Kebersihan siap menjemput di titik finish untuk menimbang dan mengangkut sampah-sampah yang telah terklasifikasi tersebut.

Dari aksi ini diharapkan mampu menjadi media campaign dan edukasi cara memilah sampah dengan baik dan benar untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Jika setiap masyarakat Jakarta memiliki kesadaran untuk memilah dan mengolah sampah dengan tepat, maka kebersihan Jakarta dapat terwujud setiap harinya. Inilah aksi dari Jakarta untuk Indonesia, dari Indonesia untuk dunia.

 

Rendahnya Kesadaran Masyarakat Untuk Menjaga Lapisan Ozon di Bumi

international-ozone-day

Jakarta– (18/09/16) Dalam rangka memperingati hari Ozon Internasional, Youth for Climate Change (YFCC) Indonesia mengadakan sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya ozon dan upaya apa yang bisa masyarakat lakukan untuk menjaganya. Kegiatan in berlangsung pada hari Minggu pukul 08.00 – 10.00 WIB di Car Free Day (CFD) Bundaran HI.

Sosialisasi tersebut menjelaskan bahwa lapisan ozon merupakan gas yang secara alami terdapat di dalam atmosfer. Lapisan ini melindungi bumi dari paparan sinar Ultra Violet B (UV-B) yang dapat menyebabkan penyakit kanker kulit, katarak dan mengurangnya sistem kekebalan tubuh pada manusia. Paparan UV-B juga dapat merusak kehidupan tanaman, organisme bersel satu dan ekosistem perairan. Kerusakan lapisan ozon adalah istilah yang sering digunakan untuk mendeskripsikan berkurangnya atau menipisnya lapisan ozon yang terdapat di atmosfer. Hal yang diketahui menjadi penyebabnya adalah Chloro Fluoro Carbon (CFC). Gas CFC adalah sejenis emisi yang banyak terdapat di dalam barang yang digunakan oleh masyarakat modern seperti pendingin ruangan dan kulkas. CFC juga disebut freon.

Berdasarkan sosialisasi yang YFCC Indonesia lakukan dapat disimpulkan bahwa masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui pentingnya lapisan ozon dan dampak yang akan dirasakan dari menipisnya lapisan tersebut. Hal tersebut terlihat dari banyaknya masyarakat yang mengaku masih sering menggunakan pendingin ruangan secara berlebihan.

Walaupun masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui pentingnya lapisan ozon, YFCC Indonesia juga bertemu dengan beberapa orang masyarakat yang telah menerapkan pola hidup ramah ozon dalam kegiatan sehari-harinya. Mereka mengaku mengurangi penggunaan pendingin ruangan di lingkungan rumah dan tempat kerjanya. Hal ini merupaka salah satu penyemangat untuk terus berusaha mensosialisasikan pentingnya kepedulian masyarakat dalam menjaga bumi kita. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?