Development

YFCC INDONESIA’S PROFILE

1-cover 2-about-yfcc 3-vision-mission 4-our-activities 5-national-board 6-coordination-area 8-childrens-climate-class 9-youth-for-climate-camp 10-yfcc-on-the-field 11-climate-research-project 12-climate-challenges 14-acer 15-socio-climate-preneur
Advertisements

DAMPAK NEGATIF PENIPISAN LAPISAN OZON TERHADAP KEHIDUPAN DI BUMI

Lapisan ozon adalah lapisan yang terdapat di kulit bumi bagian Stratosfer dan terdiri dari molekul-molekul Ozon (O3). Lapisan ini berada pada ketinggian 15-60 km di atas permukaan bumi. Lapisan ozon dapat berfungsi sebagai penghalang hampir semua sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari. Sinar ultraviolet adalah sinar yang dipancarkan matahari dengan energi yang cukup tinggi. Maka apabila lapisan ozon semakin tipis, praktis akan mengakibatkan semakin besarnya radiasi sinar ultraviolet yang jatuh ke permukaan bumi dan dapat menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan dan juga kesehatan.1 Dengan kata lain, Ozon adalah gas beracun sehingga bila berada dekat permukaan tanah akan berbahaya bila terhisap dan dapat merusak paru-paru.

Lebih lanjut, lapisan ozon di atmosfer melindungi kehidupan di Bumi dari radiasi sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan kanker. Oleh karena itu, para ilmuwan sangat khawatir ketika mereka menemukan bahwa bahan kimia Chloro Fluoro Carbons (CFC) yang biasa digunakan sebagai media pendingin dan gas pendorong spray aerosol, memberikan ancaman terhadap lapisan ini. Bila dilepas ke atmosfer, zat yang mengandung klorin ini akan dipecah oleh sinar Matahari yang menyebabkan klorin dapat bereaksi dan menghancurkan molekul-molekul ozon. Setiap satu molekul CFC mampu menghancurkan hingga 100.000 molekul ozon.

Selain itu, menipisnya lapisan ozon dalam atmosfer bagian atas diperkirakan menjadi penyebab meningkatnya penyakit kanker kulit dan katarak pada manusia, merusak tanaman pangan tertentu, mempengaruhi plankton yang akan berakibat pada rantai makanan di laut, dan meningkatnya karbondioksida (lihat pemanasan global) akibat berkurangnya tanaman dan plankton. Sebaliknya, terlalu banyak ozon di bagian bawah atmosfer membantu terjadinya kabut campur asap, yang berkaitan dengan iritasi saluran pernapasan dan penyakit pernapasan akut bagi mereka yang menderita masalah kardiopulmoner.

Dalam bidang lingkungan, dampak yang paling buruk dari menipisnya lapisan ozon adalah terjadinya perubahan suhu secara global (global warming), dimana gunung-gunung es di kutub utara akan mencair mengakibatkan naiknya permukaan air laut. Lambat laun daratan di bumi pun akan tenggelam. Konsekuensi lainnya yaitu suhu bumi menjadi lebih panas dan menyebabkan perubahan cuaca yang tidak menentu.

Di lain pihak, terdapat zat-zat kimia yang menyebabkan penipisan lapisan ozon semakin parah selain CFC, yaitu Hydrochlorofluorocarbons (HCFCs), Halons, Methyl Bromide, Carbon Tetrachloride, dan Methyl Chloroform. Zat-zat perusak ozon tersebut sebagian besar digunakan sebagai bahan pendingin, foaming agents, fire extinguishers pada pemadam kebakaran, pestisida, dan aerosol propellants.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pada tahun 1987, ditandatangani Protokol Montreal, suatu perjanjian untuk perlindungan terhadap lapisan ozon. Protokol ini kemudian diratifikasi oleh 36 negara termasuk Amerika Serikat. Pelarangan total terhadap penggunaan CFC sejak 1990 diusulkan oleh Komunitas Eropa (sekarang Uni Eropa) pada tahun 1989, yang juga disetujui oleh Presiden AS George Bush. Pada Desember 1995, lebih dari 100 negara setuju untuk secara bertahap menghentikan produksi pestisida metil bromida di negara-negara maju. Bahan ini diperkirakan dapat menyebabkan pengurangan lapisan ozon hingga 15 persen pada tahun 2000. CFC tidak diproduksi lagi di negara maju pada akhir tahun 1995 dan dihentikan secara bertahap di negara berkembang hingga tahun 2010. Hidrofluorokarbon atau HCFC, yang lebih sedikit menyebabkan kerusakan lapisan ozon bila dibandingkan CFC, digunakan sementara sebagai pengganti CFC, hingga 2020 pada negara maju dan 2016 di negara berkembang. Untuk memonitor berkurangnya ozon secara global, pada tahun 1991, National Aeronautics and Space Administration (NASA) meluncurkan Satelit Peneliti Atmosfer. Satelit dengan berat 7 ton ini mengorbit pada ketinggian 600 km (372 mil) untuk mengukur variasi ozon pada berbagai ketinggian dan menyediakan gambaran jelas pertama tentang kimiawi atmosfer di atas.

Semoga pada peringatan Hari Ozon Sedunia yang jatuh setiap tanggal 16 September, kita semua dapat berpartisipasi aktif untuk melindungi ozon kita lewat aksi kecil namun berdampak nyata, seperti mematikan AC dan kulkas ketika tidak sedang digunakan. Bahkan jika perlu, sebaiknya kita mulai membiasakan diri untuk tidak menggunakan keduanya minimal satu hari dalam setahun bertepatan dengan hari ozon ini.

Reference : 

Zat Pencemar yg Menyebabkan Penipisan Lapisan Ozon

https://id.wikipedia.org/wiki/Lapisan_ozon

Bernadette West, Peter M. Sandman, Michael R. Greenberg. Paduan Pemberitaan Lingkungan Hidup. Yayasan Obor Indonesia. 1998.

Op.cit

Research and Strategic Division
Youth for Climate Change Indonesia
September 2016

OPEN RECRUITMENT NATIONAL BOARD OF YFCC INDONESIA 2016-2018

WhatsApp-Image-20160630

It’s the day! Open Recruitment National Board of YFCC INDONESIA is officially open! Are you the next environment savior? Go register yourself at: https://goo.gl/psvZj4

THE REQUIREMENTS & PROCEDURES

  1. Youth (18-28 years old) staying/living in Jabodetabek area is eligible to apply.
  2. Have passion on environmental issues, especially on Climate Change.
  3. Applicant is required to be passionate working in new organizational environment, fast to adapt, and willing to gain experiences and develop networks.
  4. Ready to give contribution – time, energy, and idea, in improving YFCC Indonesia  and to commit the responsibility of the division chosen.
  5. Follow all YFCC Indonesia regulations, ethics, and the recruitment flows.
  6. Applicant may use English or Bahasa Indonesia in filling out the form.
  7. Applicant has to make a divisional project plan, in accordance with which division the applicant has chosen.
  8. The application will be considered as complete and valid if the applicant already filled out all required questions and sent all files (divisional project plan and photo) to oprecyfccid@gmail.com, by the latest on July 15th, 2016  at 23:59PM GMT+7.
  9. Only successful applicant who will be notified to their personal e-mail on July 18th, 2016.
  10. The notified applicant has to attend an interview session and present their divisional project plan to the board of committee.
  11. Both interview and presentation will be held on July 23rd-24th, 2016.
DIVISION PREFERENCES
Here is information about the divisions in YFCC Indonesia :
1. Strategic Research and Studies (Kajian Strategis) 

“Discover Resolution and Construct Projection through Idea Deliberation” You love research? You are into writing? What about great discussion? Then, think no more! This division is where your brilliant mind belongs. The division’s main responsibilities are arranging a high quality biweekly  online discussion Ahad Cerdas (ACER), improving youths’ insights through  Children’s Climate Class at any school, and all academic and research related thingy.

2. Internal Affairs and Capacity Building Division (Pengembangan Sumber Daya Anggota)

The division’s main responsibility is maintaining internal affairs of YFCC Indonesia and endorsing the capacity building of the members. You are responsible to bond YFCC Indonesia’s members and alumni, develop a “healthy” organizational environment, know and keep YFCC Indonesia’s  inventories. If you are friendly, sociable, and love planning ‘quality time’ for the rest of the members, this is your place!
3. Finance and Funding Division (Keuangan dan Bisnis Kemitraan) 

The main job is establishing partnerships between YFCC Indonesia and other stakeholders – companies, foundations, institutions, government, etc. Besides, you will be responsible to bargain and bid the deal and do negotiations, particularly in terms of financial assistance and material  supports. If you love managing money, love expanding networks to a range of diverse stakeholders, and understand how to do marketing and branding, this is your division!

4. Administration Division (Administrasi)

Our main job is managing, making and collecting all documents which related to YFCC Indonesia. This includes making proposals, letters, and any other documents. In Administration division, you will be likely to have more  opportunities to become a great administrator who will be responsible to ‘keep’ other YFCC Indonesia’s important documents. Furthermore, keeping YFCC Indonesia’s assets to inventory is also our responsibility.

5. Creative Design and Public Relation Division (Kominfo)

This division is designed for those who believe that branding is the most effective strategy. The main job is promoting YFCC Indonesia by various media. You will also be responsible to capture any moments in YFCC Indonesia’s activities and events, handle the press media and press release for YFCC Indonesia in many awesome events. If you are creative, able to work under pressure, possessing basic design skill, or loving creative writing and social-media, and are fascinated in technology, this is your division!
DIVISIONAL PROJECT PLAN
1. This Project Plan is an important part of the requirements for being a YFCC National Board member.
2. Each applicant should make a project plan according to the division they choose.
3. The project plan should be presented in front of all YFCC National Board committees on the day of interview.
4. The proposal idea should be made according to which division you choose:

a. Strategic Research and Studies Division: Make a roadmap in PowerPoint (in chronological order) on how youths can gauge people’s interest in reducing the emission on Earth (it is suggested for you to analyze what are the top two or three of world’s problems in terms of emission, then you may make one roadmap for one problem that you have figured out). You also need to explain how big your project plan impacts on society would be, and how would you measure that impact (analyze the outcome).

b. Internal Affairs and Capacity Building Division: Present an idea for capacity building activity in detail (Elaborate your concept, explain how will you make it real, what element you need to make it real, why do you think this activity is important for member, estimate the budgeting)

c. Finance and Funding Division: Explain your creative idea about how to fund our activity (Make a detail about what you are going to do, How will you make it real, What do you need to make it real, estimate the budgeting and income)

d. Administration Division: How to be a great administrator? (Explain in detail what you are going to do, how will you do it, and what is the importance of it)

e. Media and Creative Design Division: You need to submit an interesting  A4-sized poster, comprising:
1. The Importance of education on climate change in today’s era.
2. Idea for International Climate Day event (name, theme, concept, and agenda of the event)
3. Your available contacts.
4. Put all YFCC social media platforms:
– Twitter: @YFCCIndonesia
– Instagram : @YFCCIndonesia
– Facebook: YFCC Indonesia5. Each applicant will be given max.5 minutes to present their proposal/ poster idea.
6. Please save the soft file of proposal in PDF with format as follows,PROJECTPLAN_FULLNAME_CHOSEN DIVISION (e.g PROJECTPLAN_RAISA ADITYA_ADMINISTRATION), also your close up photo which have high resolution in JPG format and named as follows, PHOTO_FULL NAME_CHOSEN DIVISION (e.g PHOTO_RAISA ADITYA_ADMINISTRATION). attach and send all files (PDF and PHOTO) by email to: oprecyfccid@gmail.com with SUBJECT: OPREC YFCC INDONESIA 2016-2018. 
7. If you have any further inquiries, do not hesitate to contact us by WhatsApp in 085232072455 (Qiqi) or leave any message in our social media/email.
IMPORTANT DATES
Application Submission : June 27th – July 15th 2016
Selected Form Announcement : July 18th 2016
Interview & Presentation : July 23rd – 24th 2016
Selected Candidates Announcement :July 26th 2016
First Gathering : July 30th 2016
Action Test 1 : August 6th 2016
Action Test 2 : August 20th – 21st 2016
Final Announcement & Inauguration : August 27th – 28th 2016

Inspirations for Acts of Leadership

UN

Pembangunan Kota di Indonesia Harus Rendah Emisi Karbon

20160416013811 (3)

Pemerintah kota dan pihak nonpemerintah lainnya hadir dalam seminar bahas pembangunan kota yang rendah emisi karbon

Jakarta, 14 April 2016 – Sebagai tindak lanjut Kesepakatan Paris yang merupakan hasil perundingan global perubahan iklim Conference of Parties ke-21 (COP21) di Paris tahun 2015 kemarin, hari ini berbagai pihak terkait pembangunan perkotaan di Indonesia menghadiri seminar untuk membahas tentang dampak perubahan iklim bagi perkotaan dan solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari kegiatan perkotaan.

Seminar yang berjudul “Membangun Kota Rendah Emisi Karbon, Berketahanan Iklim, dan Komunitas Berkelanjutan” ini diselenggarakan oleh Kantor Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim (UKP-PPI) yang termasuk dalam rangkaian acara Indonesia Climate Change Education Forum and Expo di Jakarta Convention Center sejak hari Kamis hingga Minggu (14-17 April 2016).

Seminar tersebut dihadiri oleh peserta dari kalangan pemerintah daerah dan kota seluruh Indonesia, pelaku usaha baik BUMN maupun swasta nasional, akademisi, peneliti perkotaan, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan komunitas pemuda.

Rachmat Witoelar, Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim yang menyampaikan keynote speech dalam seminar tersebut mengatakan bahwa, “Emisi gas rumah kaca yang dihasilkan kota-kota di Indonesia itu sangat besar, terutama berasal dari aktivitas transportasi, pemakaian energi di gedung dan rumah, serta sampah. Hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama, karena tingkat urbanisasi di Indonesia dan jumlah penduduk yang tinggal di kota juga tinggi. Oleh karena itu, pembangunan perkotaan di Indonesia harus berubah menuju kota yang rendah emisi karbon. Selain itu, pembangunan kota juga harus mengantisipasi dampak perubahan iklim, sehingga masyarakat kota dapat hidup dengan nyaman. Hal ini harus menjadi PR kita semua dan bukan hanya tugas pemerintah semata”.

Bima Arya, Wali Kota Bogor yang merupakan salah satu pembicara, menyampaikan tentang upaya Kota Bogor untuk menjadi kota yang hijau. “Mewujudkan kota Bogor yang hijau merupakan misi suci masyarakat Bogor. Kami ingin agar Kota Bogor bisa kembali dikenal seperti dulu yang merupakan kota paling hijau di dunia bagian timur. Kami belajar bahwa sebenarnya yang paling penting dan paling menantang adalah membangun kultur masyarakat. Meskipun sudah dibangun pedestrian dan sistem transportasi umum yang bagus tapi kalau warganya tidak mau jalan ya tidak akan berhasil. Untungnya, komunitas yang peduli lingkungan di Bogor sangat banyak dan mereka sangat membantu pemerintah Kota Bogor untuk mengubah kultur masyarakat. Kami ingin agar pembangunan kota yang rendah emisi karbon bisa dilakukan dimulai dari masyarakat dengan model bottom-up.”

Seminar ini juga mengangkat pentingnya perencanaan yang matang dan koordinasi di tingkat pusat agar pembangunan perkotaan dapat berjalan dengan emisi karbon yang rendah. Terdapat juga pembicara dari perwakilan swasta yang memaparkan aksi maupun solusi yang dapat dilaksanakan untuk tingkat pengembang dan perkotaan.

Seminar ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan Kantor UKP-PPI untuk melibatkan dan meningkatkan peran serta berbagai pihak dalam perkotaan. Beberapa agenda untuk diskusi dan seminar di kota-kota lain juga akan dilakukan dengan tujuan untuk lebih mengarusutamakan pembicaraan mengenai kota yang rendah emisi karbon, berketahanan iklim, dan komunitas yang berkelanjutan.